Selasa, 10 November 2020

AKSI NYATA 1 GURU PENGGERAK

RANGKAIAN AKSI NYATA

Tugas Modul 1.1 Guru Penggerak 2020

Filosofi Pendidikan menurut Ki Hadjar Dewantara bahwa Pendidikan adalah proses yang lebih daripada pengajaran. Pendidikan lebih menekankan pada aspek pengembangan karakter peserta didik. Pandangan Ki Hadjar Dewantara dalam proses pengembangan karakter peserta didik, peserta didik diposisikan sebagai subjek untuk menjadi kolaborasi dalam pembelajaran. Selain itu, peran seorang pendidik tergambar dari semboyang Ki Hadjar Dewantara ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, dan tut wuri handayani. Intinya bahwa seorang pendidik harus dapat menjadi penuntun, penyemangat dan tauladhan yang baik bagi peserta didik.

Perkembangan pendidikan di Indonesia saat ini, tergambar masih banyak yang perlu dibenahi untuk dapat menciptakan generasi yang tidak hanya memiliki IQ tinngi, terlebih harus dibekali dengan EQ dan SQ yang tinggi. Pendidikan ala Ki Hadjar Dewantara sangat cocok penerapannya untuk menciptakan genarasi yang emas. Peran sebagai seorang untuk semestinya hanya menuntun tumbuh kembang peserta didik sesuai dengan kodratnya. 

Kemudian daripada itu, perkembangan IPTEK saat ini yang telah menyentuh segala penjuru wilayah daerah tentunya menjadi tantangan besar pengaruh kebudayaan luar menggerus budaya-budaya luhur bangsa. Oleh karena itu, pembekalan bagi para peserta didik penting untuk dapat memahami dan mandalami budaya luhur bangsa. Peserta diberi kebebasan untuk mendapatkan informasi seluas-luasnya, namun harus ada batasan ataukah penyesuaian informasi luar dengan budaya Indonesia. Posisi seorang pendidik dalam hal ini tidak hanya mendorong peserta didik menggali informasi, tetapi pendidik harus menuntunnya, memilah budaya yang sesuai dengan budaya luhur bangsa.
 
Salah satu bentuk usaha membentengi peserta didik akibat pengaruh negatif dari luar, yaitu penerapan kurikulum atau pembelajaran di sekolah dengan menginternalisasikan kearifan budaya lokal dalam proses pembelajaran. Melalui langkah seperti ini, maka peserta didik dapat lebih mendalami konsep budaya lokal sebagai kodrat dalam kehidupannya untuk dapat hidup dalam bermasyarakat yang lebih baik.Pembelajaran dengan konsep budaya lokal pentingnya, bukan hanya untuk mengenalkan kembali kepada peserta didik, terlebih bahwa anak tumbuh dengan kodrat alamnya masing-masing sehingga kearifan lokal merupakan bagian penting dalam hidupnya untuk didalami dan tentunya untuk dijaga kelestariannya. Polewali Mandar kaya dengan budaya yang mengandung nilai-nilai sosial. Nilai-nilai sosial tersebut sangat relevan dengan 5 Nilai Utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dalam kurikulum 2013 yaitu Gotong royong, Mandiri, Nasionalis, Integritas dan Religius dan 6 indikator profil pelajar Pancasila yang digalakkan pemerintah saat ini. Bernalar kritis, kemandirian, kreatif, gotong-royong, kebinekaan global, berakhlak mulia. Nilai-nilai utama Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) dan 6 Indikator profil pelajar Pancasila, apabila sudah menjadi bagian dalam kehidupan peserta didik, tentunya sudah menjadi peserta didik yang bertumbuh dengan baik dan menjadi pribadi yang bahagia sepanjang hayat.

Kemudian daripada itu, konsep pengembangan pendidikan tentunya penting adanya kolaborasi  antar pihak sekolah, orang tua, dan pemerintah setempat. kolaborasi ketiga elemen ini akan menjadi suatu aksi pengembangan pendidikan dapat berjalan sesuai dengan harapan. Oleh karena itu, Pribadi sebagai Calon Guru Penggerak akan selalu berkolaborasi dengan warga sekolah utamaya dalam berbagi pengalaman, melakukan beberapa aksi nyata diantaranya:

A. Berbagi Tentang Filosofi Pendidikan Ki Hadjar Dewantara
Perubahan yang besar didasari dengan kolaborasi antar sesama dalam berbuat. Sebagai Calon Guru Penggerak, dengan adanya bekal dalam sebulan telah mengikuti Pendidikan Guru Penggerak dan tugas untuk kegiatan aksi nyata, maka langkah utama yang paling utama menurut saya adalah berbagi kepada teman guru di sekolah. Ringan sama dijinjing berat sama dipikul. Beragkat dari situ, saya merasa bahwa untuk perubahan besar dalam sekolah kami, utamanya untuk peserta didik, perlu adanya kolaborasi semua warga sekolah. Setiap warga sekolah harus memahami tentang filosofi pendidikan Ki Hadjar Dewantara. Dengan seperti itu, pembentukan karakter peserta didik dapat berjalan dengan baik.

Gambar 1: Kegiatan Rapat Evaluasi Proses Pembelajaran dan Berbagi Pengalaman sebagai CGP


B. Pembelajaran Berbasis Budaya (Internalisasi Nilai-Nilai Budaya Pappatammaq Dalam Penguatan Pendidikan Karakter)
     
Polewali Mandar kaya dengan budaya yang mengandung nilai-nilai kearifan lokal. Kekayaan budaya ini sangat penting dihadirkan dalam materi pendidikan di sekolah (Pembelajaran Kontekstual). Kreatifias seorang pendidik dibutuhkan untuk dapat menghadirkannya dalam pembelajaran. Seperti dalam pelajaran IPS, salah satu budaya yang dijadikan sebagai sumber pembelajar yaitu budaya Pappatammaq. Kegiatan Mappatammaq merupakan salah satu kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Polewali Mandar sebagai rankaian acara rasa syukur orang tua atas keberhasilan anaknya menamatkan Al-Qur'an 30 Juz. Budaya Mappatammaq apabila dikaji lebih dalam, banyak nilai-nilai yang terkandung didalamnya berkaitan dengan kurikulum pendidikan karakter.
artikel.
Aksi nyata dalam kegiatan ini, guru memberikan tugas kepada peserta didik untuk mengkaji sendiri budaya Pappatammaq untuk menggali nilai-nilai kearifan lokal yang terkandung di dalamnya hubungannya dengan nilai penguatan pendidikan karakter dan profil pelajar pancasila. Lewat aksi nyata seperti ini, peserta didik akan mengetahui dengan sendirinya dan terbiasa dalam penerapan di kehidupan sehari-hari.


Gambar 2: Hasil Aksi Nyata dari Peserta Didik Tentang Nilai-Nilai Pappatammaq


Kegiatan aksi nyata saat ini, menurut saya masih belum terlalu mendalam karena kondisi pembelajaran di sekolah masih kondisi pembelajaran darurat akibat Pandemi Covid-19. Namun, tidak berhenti sampai disini kedepan akan terus melakukan pembelajaran seperti ini kepada semua peserta didik. Rencanya kedepan lebih mendalam dimana peserta didik melihat langsung kegiatannya untuk diamati nilai-nilai yang terbentuk di dalam budaya Mappatammaq. Memperdalam pemahaman peserta didik, nantinya penulis memberikan penjelasan tentang nilai-nilai apa yang terkandung dalam budaya Pappatammaq serta berbagi buku dan artikel hasil penelitian penulis kepada peserta didik sebagai sumber bacaan.

C. Pendalaman tentang Profil Pelajar Pancasila

Gambar 2: Profil Pelajar Pancasila
Sumber: Kompas.com

Profil Pelajar Pancasila adalah terobosan baru pemerintah untuk membentuk peserta didik sesuai dengan nilai-nilai sebagai pelajar pancasila. Pendalaman tentang profil pelajar pencasila kepada peserta didik, penulis memberikan tugas mandiri kepada peserta didik untuk menkaji sendiri bagaimana gambaran seorang pelajar pancasila. Memanfaatkan media TV yang terdapat iklan tentang profil pelajar pancasila di salah satu chanel TV, penulis memberikan tugas kepada peserta didik menonton Iklan tersebut dan menuliskan sendiri pemahamannya tentang Profil Pelajar Pancasila. Selanjutnya, penulis memperdalam pemahaman peserta didik tentang profil pelajar pancasila.






Gambar 3: Hasil Aksi Nyata dari Peserta Didik Tentang  Kajian Profil Pelajar Pancasila Lewat Media TV


D. Aksi Nyata Pemenuhan Semua Hak Peserta Didik Untuk Belajar

Gambar 4: Kunjungan Langsung ke Rumah Peserta Didik

Kondisi pembelajaran di Sekolah sejak terdapatnya kasus beberapa santri di salah satu pesantren di Kecamatan Campalagian terinveksi positif covid-19 memaksa pembelajaran dialihkan dari luring menjadi daring. Meskipun dengan keterbatasan hanya pembelajaran lewat via Massengger. Bukan hanya sebatas itu permasalahannya, beberapa peserta didik terkendala dengan alat atau HP Android untuk mebgikuti pembelajaran. Solusi awal yang penulis dan guru-guru lain lakukan adalah memberikan pemahaman kepada semua peserta didik untuk saling membantu. Peserta didik yang memiliki HP Android membantu teman lain dalam mengapload tugas-tugasnya. Namun, keadaan ini belum maksimal, dimana masih banyak juga peserta didik yang tidak aktif dalam pembelajaran. Oleh karena itu, inisiatif kepada kepada kepala sekolah untuk melakukan pembelajaran dengan cara kunjungan ke rumah-rumah peserta didik. Setiap usaha yang dilakukan hanya semata-mata bagaimana semua peserta didik mendapatkan pendidikan dan pengajaran sebagai haknya.


E. Pembuatan Sudut-Sudut Baca Pappasang Macoa (Pesan-pesan baik) di Sekolah.

Gambar 5: Contoh Sudut Baca Bahasa Mandar dan Bahasa Indonesia

Aksi nyata lain yang penulis lakukan adalah penempatan sudut-sudut baca di sekolah. Sudut-sudut baca ini dibuat dalam dua bahasa yaitu bahasa Mandar dan arti dalam bahasa Indonesia. Isi daripada sudut-sudut baca berupa pesan-pesan baik (Pappasang) dan kalimat-kalimat Kalindaqdaq (Pantun mandar) yang sudah dikenal semua kalangan masyarakat di Polewali Mandar. Menghadikan pappasang dan Kalindaqdaq ini, karena pesan-pesan tersebut telah luntur dan sebagian besar peserta didik jarang mendapatkan dalam kehidupannya. Kalindaqdaq yang sangat disukai seluruh kalangan, namun yang selalu ditampilkan hanya Kalindaqdaq Penginoan dan Kalindaqdaq Nanaeke yang intinya hanya berupak pesan lucu-lucuan. Padahal, Kalindaqdaq adajuga yang mengandung nilai-nilai pendidikan karakter yaitu Kalindaqdaq Pepatudu (Pengajaran).
Berikut contoh Kalindaq dan Papasang:

Indiq Tia Passikolah Buku Tulis Sarana, Meloq ni Baca Meloq Dipanulisi
(Yang namanya anak sekolah, Bukulah bahan pekerjaannya, maunya harus dibaca dan ditempati menulis)

Muaq Massikolao, Bukukudi Tia Dipejaramming, Da Sangga Televisi
(Kalau Anda Sekolah, Buku adalah sumber Ilmu jangan cuma menonton Televisi terus)

Sekian untuk gambaran Aksi Nyata Penulis
SALAM MERDEKA BELAJAR untuk PERUBAHAN LEBIH BAIK

Gambar 6: Kunjungan Perdana Pendamping CGP di Sekolah

Kahar, S.Pd, M.Pd_CGP 2020_Polewali Mandar










Tidak ada komentar:

Posting Komentar

PENGUMUMAN KELULUSAN SPENLI2022

SELAMAT ANDA TELAH SAMPAI PADA BATAS AKHIR DI JENJANG SMP. Semoga Perjalanan Kedepan Lebih Baik dari sebelumnya. Gagal adalah Sukses yang TE...